Pagi ini, udara di Martapura terasa lebih sejuk dari biasanya. Bukan karena cuaca, melainkan karena atmosfer keteduhan yang terpancar dari wajah-wajah siswa SMP Negeri 1 Martapura. Hari ini, Senin, 2 Maret 2026, lonceng sekolah tidak hanya memanggil mereka untuk belajar matematika atau sejarah, melainkan memanggil jiwa-jiwa muda untuk bersimpuh dalam kegiatan Pesantren Ramadhan
Memasuki bulan suci yang penuh ampunan, SMP Negeri 1 Martapura hari ini resmi memulai kegiatan Pesantren Ramadhan. Antusiasme siswa tampak menyelimuti koridor sekolah sejak pagi tadi, menandai dimulainya perjalanan spiritual selama tiga hari ke depan.
Hari ini, Senin, 2 Maret 2026 merupakan hari pertama dari rangkaian tiga hari kegiatan yang dirancang untuk mempertebal keimanan dan membentuk karakter religius siswa. Dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada materi keagamaan seperti tadarus dan fiqih, tetapi juga praktik ibadah harian.
Di hari pertama ini, aula sekolah bertransformasi menjadi taman ilmu. Dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di setiap sudut ruangan, para siswa diajak untuk menyelami kembali makna kesabaran dan kejujuran di tengah hiruk-pikuk dunia digital.
Kepala SMPN 1 Martapura dalam sambutannya menekankan bahwa kecerdasan otak tanpa pondasi akhlak adalah bangunan yang rapuh. Oleh karena itu, hari pertama ini difokuskan pada penguatan akidah dan perbaikan tata cara ibadah harian
Namun, ada yang berbeda dan istimewa pada penyelenggaraan tahun ini. Meskipun sedang dalam masa kegiatan keagamaan, sekolah tetap berkomitmen menjaga kebugaran siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG tetap berjalan dengan penyesuaian waktu:
Sekolah memahami bahwa nutrisi adalah kunci konsentrasi. Bagi para siswa, program MBG hari ini hadir sebagai bentuk dukungan nyata:
Logistik Berbuka: Bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa, paket makanan bergizi dengan standar nutrisi tinggi telah disiapkan untuk dibawa pulang. Ini bukan sekadar takjil, melainkan paket lengkap yang memastikan mereka berbuka dengan asupan yang seimbang (4 sehat 5 sempurna).
Inklusivitas: Bagi siswa non-muslim, distribusi MBG tetap dilakukan secara privat di ruang yang telah disediakan, menjunjung tinggi nilai toleransi tanpa mengurangi hak nutrisi mereka.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual. Pesantren Ramadhan di SMPN 1 Martapura akan terus berlangsung hingga dua hari ke depan dengan agenda yang semakin menarik.
Melihat para siswa saling berbagi, berdiskusi tentang fikih, dan tetap ceria meski sedang menahan lapar dan dahaga, memberikan gambaran nyata tentang profil Pelajar Pancasila yang religius. Tidak ada wajah lemas; yang ada hanyalah semangat untuk menyelesaikan tantangan tiga hari ini dengan hasil terbaik.
Hari pertama ini hanyalah awal dari sebuah perjalanan singkat namun mendalam. Masih ada dua hari tersisa bagi para siswa untuk menimba ilmu, memperbaiki diri, dan mempererat ukhuwah. Pesantren Ramadan di SMPN 1 Martapura telah membuktikan bahwa pendidikan agama dan perhatian pada kesejahteraan fisik melalui MBG dapat berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang indah di bulan suci.


